
GenPI.co Jateng - Sebanyak 22.200 batang pohon ditanam Pemkab Brebes di petak 19 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Igirklanceng guna pengembangan agroforestry.
Penanaman pohon itu diklaim sebagai langkah nyata penanganan banjir dan tanah longsor.
Tak hanya itu, penanaman pohon itu menjadi bagian membangun kesadaran masyarakat petani mengenai agroforestry.
BACA JUGA: Soal Konflik di Wadas, Pesan Ketua Umum PBNU Gus Yahya Bikin Adem
Agroforestry adalah sistem usaha tani yang menggabungkan tanaman pertanian dengan tanaman kehutanan guna memberikan nilai tambah.
“[Melalui agroforestry] tumbuh kesadaran masyarakat petani agar memahami dan memilih pola tanam yang baik,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Brebes, Laode Vindar Aris Nugroho, dikutip Brebeskab.go.id, Kamis (10/2).
BACA JUGA: Cokelat Batangan Asli Batang Tak Dibuat Saban Hari, Ini Alasannya
Agroforestry membikin pengelolaan pohon bersama-sama dengan tanaman pertanian dengan memperhatikan aspek keberlanjutan secara ekologi, sosial, dan ekonomi.
Dia menjelaskan 22.200 batang pohon yang ditanam ini merupakan jenis tegakan yang mampu mengikat air, meliputi: durian, kopi, alpukat, sirsak, dan lainnya.
BACA JUGA: Ini Permintaan Pedagang Korban Kebakaran Relokasi Pasar Johar
“Patut disadari bahwa kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan bukan sekadar menghitung jumlah pohon yang ditanam, tetapi mengelola masyarakat di sekitarnya,” kata Laode.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News