
GenPI.co Jateng - Sebanyak 1.700 Hektare (Ha) lahan gundul di RPH Petak 19, Dawuhan, Brebes, bakal dihijaukan kembali pada 2022.
Lahan itu tidak memiliki tanaman keras sebagai tegakan. Akibatnya, potensi banjir dan tanah longsor meninggi.
Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat, Gunawan Catur Hendro Rahardjo, mengatakan konservasi lahan ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan alam.
BACA JUGA: Regenerasi Pengukir Jepara Harus Diperkuat
Dia mengajak kepala desa beserta seluruh masyarakat Dawuhan mendukung program konservasi ini.
“Sebagai pemilik lahan, kami merasa bertanggung jawab mengkonservasi demi kelestarian lingkungan dan alam,” kata Gunawan, seperti dikutip Brebeskab.go.id, Kamis (30/12).
BACA JUGA: Wow, Solo Jadi Tuan Rumah Working Group G20 Tahun Depan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (LHPS) Brebes, Laode Vindar Aris Nugroho, mengatakan program konservasi itu akan diintegrasikan ke dalam Gerakan Ayo Menanam.
Gerakan ini melibatkan semua unsur mulai dari pegiat lingkungan, OPD, lembaga perbankan, hingga masyarakat umum.
BACA JUGA: Alhamdulillah, Karya Ki Nartosabdho Punya Sertifikat HAKI
Ada sejumlah jenis tanaman yang bakal ditanam di kawasan hutan itu seperti kopi, alpukat, sirsak, dan duren.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News