
GenPI.co Jateng - Warga di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, berharap tokoh Nahdlatul Ulama (NU) terlibat untuk mendamaikan warga setempat yang berbeda pendapat soal rencana penambangan batu andesit di wilayah ini.
Rencana pembangunan Bendungan Bener yang akan menambang batu sebagai urukan di Desa Wadas membuat warga terbelah menjadi pro dan kontra.
Konflik ini berujung warga pro dan kontra tidak saling tegur sapa. Acara keagamaan, sosial, dan budaya, pun dilakukan sendiri-sendiri.
BACA JUGA: Duh! Ada Dugaan Malaadministrasi di Wadas, Ombudsman Beberkan Ini
Warga Dusun Beran, Wadas, Amat Marlan, yang juga anggota Banser NU Kecamatan Bener berharap tokoh NU turun ke Desa Wadas.
"Tolong tokoh-tokoh NU datang secepat mungkin ke sini. Kami ingin kedamaian kembali di Desa Wadas. Sungguh sangat tidak nyaman hidup bertetangga tidak saling sapa selama bertahun-tahun," kata dia, Selasa (15/2).
BACA JUGA: Video Lama Mantan Kapolres Purworejo Viral, Ini Kata Polda Jateng
Warga Dusun Kali Gendol, Desa Wadas, Wagimin, menambahkan kehidupan sosial budaya masyarakat Desa Wadas rusak karena rencana penambangan batu andesit di wilayah mereka.
"Situasinya memang seperti itu, sudah sangat memprihatinkan," ungkap dia.
BACA JUGA: Wong Wadas Lapor Sinyal Hilang, Ganjar Langsung Telepon Sosok Ini
Kali terakhir sempat terjadi ketegangan saat Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengukur lahan warga untuk dijadikan lokasi penambangan batu andesit pada Selasa (8/2).
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News