
GenPI.co Jateng - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kudus mengkhawatirkan menyusuk sudah ada 2 wilayah yang masuk zona merah penyebaran DBD.
Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Andini Aridewi, mengakui belum bisa menyebutkan 2 wilayah yang masuk zona merah penyebaran DBD.
Saat ini pihaknya tengah melakukan sinkronisasi data kasus DBD.
BACA JUGA: RSUD Loekmono Hadi Kudus Bakal Miliki Gedung IBS Senilai Rp60 M
"Adanya pemetaan zona merah tersebut diharapkan masyarakat lebih waspada karena sejak 2 bulan terakhir sudah banyak temuan kasus DBD baik yang dilaporkan Puskesmas maupun dari rumah sakit yang merawat pasien DBD," kata dia, Sabtu (5/2).
Andini menyebut masih ada perbedaan data terkait jumlah kasus DBD di Kudus.
BACA JUGA: Covid-19 Kudus Bertambah 5 Pasien, Sampel Dikirim untuk Uji WGS
Dinkes Kudus mencatat kasus DBD ada 77 kasus.
Sedangkan dari beberapa rumah sakit mencapai ratusan.
BACA JUGA: Waduh! Penderita DBD di Kudus Naik, Tolong Masyarakat Lakukan Ini
Rinciannya, RSUD Loekmono Hadi Kudus tercatat ada 215 pasien DBD dan RS Mardi Rahayu Kudus sebanyak 159 pasien DBD.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News