
GenPI.co Jateng - Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga memastikan akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil di Puskesmas dan Posyandu tetap berlangsung meski di tengah pandemi.
Pemkot Salatiga pun terus menggencarkan aspek promotif berupa edukasi.
Pemkot Salatiga mencatat kematian ibu di Salatiga sebanyak 10 kasus dan 8 di antaranya (dari target dua kasus) karena Covid-19.
BACA JUGA: Duh! 1 Orang Meninggal Dunia dalam Tabrakan Beruntun di Salatiga
Sedangkan, untuk jumlah kematian bayi mencapai 29 kasus (dari target 26 kasus).
Untuk persentase balita stunting pada 2020 sebesar 9,59% (target <14%) dan tahun 2021 sebesar 10,54% (target <12%).
BACA JUGA: Ikon Baru Wisata Sejarah di Salatiga, Ini Bagusnya Taman Wisesa
“Oleh sebab itu, tenaga kesehatan dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi yang berkualitas dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, sehingga diharapkan bisa berinovasi dalam pemberian layanan,” Kata Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, seperti dikutip jatengprov.go.id, Kamis (6/1).
Maka dari itu, tenaga kesehatan dituntut untuk terus mengembangkan kompetensinya dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
BACA JUGA: Baru 1 OPD Menuju Zona Integritas WBK, Ini PR Pemkot Salatiga
Dengan begitu diharapkan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News