
GenPI.co Jateng - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bertekad untuk menekan angka stunting.
Jumlah kasus stunting di Kota Semarang mencapai 1.367 anak.
Persoalan stunting ini tak bisa ditangani oleh pemerintah saja, tetapi butuh dukungan organisasi kemasyarakatan.
BACA JUGA: Heboh Video Anak Tak Disuntik Vaksin di Semarang, Ini Kata Dinkes
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meminta kepada seluruh organisasi kemasyarakat di Kota Semarang, seperti Tim Penggerak PKK, untuk dapat menjadi corong program pemerintah.
“Jumlah kasus stunting di Kota Semarang mencapai 1.367 anak, maka PKK dengan kader-kadernya bisa menjadi bagian penting penanganan bersama dengan Dinas Kesehatan, DP3A dan kawan-kawan di jajaran Pemerintah kota Semarang,” kata dia, dikutip semarangkota.go.id, Jumat (28/1).
BACA JUGA: Begini Cara Pemkot Semarang Antisipasi Omicron, Surveilans
Tim Penggerak PKK juga dapat dilibatkan dalam pembangunan ketahanan pangan keluarga di Kota Semarang.
Salah satunya melalui urban farming atau pertanian perkotaan.
BACA JUGA: Pandemi Membaik, Pariwisata di Kota Semarang Siap Tancap Gas
“Untuk Dinas Pertanian, siapkan slot yang banyak terutama untuk bisa didistribusikan ibu-ibu PKK. Mulai dari rumah, pengurus harus bisa menjadi contoh bagi warga lainnya sehingga nantinya kita punya kekuatan ketahanan pangan,” papar Hendi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News