
GenPI.co Jateng - Ekonom Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Anton Agus Setyawan, menilai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bakal memicu inflasi di Indonesia.
Tak cuma inflasi, tetapi angka kemiskinan juga diperkirakan naik.
Menurut dia, pemerintah perlu meninjau kenaikan harga bahan pokok yang sekarang ini terjadi gara-gara BBM atau bermasalah dengan rantai distribusi.
BACA JUGA: 63.000 Wong Solo Dapat BLT BBM Mulai Hari Ini, Sebegini Besarannya
"Misal pada komoditas seperti cabai dan bawang harus dilihat dulu apakah kenaikan karena rantai distribusi," ujar Prof Anton, saat dihubungi GenPI.co, Selasa (6/9).
Prof Anton menjelaskan angka kemiskinan dan inflasi diperkirakan naik karena kenaikan harga BBM.
BACA JUGA: Memalukan! PNS Kudus Terlibat Kasus Penimbunan BBM Subsidi
Maka dari itu, pemerintah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) untuk mencegah daya beli masyarakat yang turun.
"Paling tidak untuk membantu untuk masyarakat kelompok terbawah untuk daya belinya agar tidak turun atau menjaga daya beli," imbuh dia.
BACA JUGA: Polda Jateng Bongkar Kasus Pengoplosan BBM, Ada 66 Tersangka, Negara Rugi Rp 11 M
Di sisi lain, pihaknya menilai bantuan itu hanya keputusan politis yang dianggap tidak efektif.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News