
Mensos Risma berharap apa yang dilakukannya dan Jan Ethes menjadi contoh bagi anak lain untuk ikut peduli dengan kondisi teman sekitar yang membutuhkan bantuan.
"Beberapa waktu lalu ada anak difabel yang dibuli teman-temannya, kemudian bunuh diri. Ini upaya kami agar anak-anak lebih peduli. Tadi bisa dilihat dik Ethes juga tidak kagok. Artinya anak-anak bisa diajarkan sejak dini untuk peduli ke teman-teman yang lain," katanya.
Selain itu, menurut dia kegiatan ini masih dalam rangka Hari Anak.
BACA JUGA: Ini Lho Kegiatan Jan Ethes Isi Liburan Sekolah, Bukan Piknik!
"Jadi kami ke sini untuk membantu anak-anak yang memang membutuhkan," papar Tri Rismaharini.
Di sisi lain, salah satu obat untuk penderita cerebral palsy adalah ganja.
BACA JUGA: Tak Mudik ke Solo, Presiden Jokowi Pilih Ajak Jan Ethes ke Bali
Namun demikian, hal ini masih menuai perdebatan panjang mengingat ganja masuk narkotika golongan 1 yang penggunaannya dilarang.
"Nanti kami bisa bantu bisa support terus untuk perawatan. Makanya kami akan terus perbaiki masalah-masalah ini treatment apa yang bagus untuk perawatan," jelas dia.
BACA JUGA: Lucunya Jan Ethes Ikut Kirab Solo Menari, Pakai Baju Tokoh Wayang
Risma berjanji Kemensos akan melakukan upaya semaksimal mungkin untuk membantu anak-anak yang menderita cerebral palsy.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News