
GenPI.co Jateng - Petani kunyit di Pacitan kini bisa menjual hasil panennya dengan harga lebih tinggi lantaran diolah menjadi minyak atsiri.
Sebelumnya, hasil panen kunyit dari petani dijual dalam bentuk segar sehingga harganya lebih rendah.
Pendampingan dari UNS Solo ini diberikan kepada Kelompok Tani Suroloyo I Bandar, Pacitan.
BACA JUGA: Perhatian! Ganjar Minta Kepala Daerah Keliling Cek Perayaan Imlek
Petani diajak mengolah kunyit menjadi minyak atsiri melalui penyulingan metode uap.
Minyak yang dihasilkan lalu dijual ke industri.
BACA JUGA: 5 Dalang Cilik Jepara Diganjar Penghargaan Bupati, Apa Jasanya?
Ketua Pengabdian kepada Masyarakat UNS Solo di Pacitan, Fea Prihapsara, mengatakan pendampingan itu memakai dana bersumber dari Program Pengembangan Produk Ungulan Daerah (PPPUD) Kemdikbudristek.
“Oleh karena itu perlu upaya dalam rangka meningkatkan nilai tambah ke petani,” ujar Fea, dikutip Uns.ac.id, Senin (31/1).
BACA JUGA: Hati-Hati! Banyak Produk Skincare Palsu, Ini Cara Membedakannya
Ketua Kelompok Tani Suroloyo I, Agus Pramono, mengatakan penyulingan kunyit hasil panen petani memanfaatkan mesin berbahan bakar oli bekas.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News