
Setelah ini, Junaedi diproyeksikan untuk tampil di Paralimpiade dan bakal mengikuti 3-4 turnamen internasional agar tetap berada di ranking 12 besar dunia dan lolos otomatis ke Paralimpiade Paris.
Sementara itu, Junaedi turut mensyukuri raihan perak yang didapat karena itu menjadi medali internasional pertamanya, selain emas Peparnas Papua 2021.
“Maaf belum memberikan yang terbaik untuk Indonesia, tapi mudah-mudahan saya bisa tampil lebih baik lagi. Saya tetap sangat bangga sekali,” ungkap dia.
BACA JUGA: Meriah! Begini Upacara Pembukaan ASEAN Para Games 2022 di Solo
Bukan hal mudah bagi Junaedi untuk tampil membela Indonesia di ASEAN Para Games 2022 Solo.
Dia mengaku harus menjuarai Porda dan Peparnas 2021 terlebih dahulu untuk diajak masuk Pelatnas.
BACA JUGA: Bonus ASEAN Para Games, Gibran: Ke Pak Menpora
Selain itu, Junaedi berasal dari kalangan keluarga yang kurang beruntung.
Kakak Junaedi, Asep, menceritakan adiknya baru mulai menggeluti judo sejak duduk di bangku SMP.
Sebelum itu, Junaedi hanyalah anak petani miskin biasa yang kesehariannya menggembala kambing atau membantu ayahnya bercocok tanam.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News