
Namun demikian, dia butuh waktu beradaptasi dengan alat ini.
"Karena jadi meleset pegangannya, kalau belum biasa," papar Maria.
Olahraga balap kursi roda mengandalkan tangan untuk memutar roda.
BACA JUGA: Bonus ASEAN Para Games, Gibran: Ke Pak Menpora
Klasifikasi T54 adalah untuk atlet lintasan kursi roda yang memiliki fungsi penuh di tubuh mereka dengan gerakan kaki yang terpengaruh sedang atau tinggi atau tidak adanya anggota badan.
Atlet menghasilkan tenaga melalui berbagai gerakan tubuh dan lengan. Alhasil, kaki tidak berperan dalam balapan.
BACA JUGA: Atlet dan Ofisial ASEAN Para Games Kena Covid-19, Ini Kata Gibran
Kesulitan lainnya dalam olahraga balap kursi roda, yakni memulai start.
Untuk nomor jarak 100 meter, ayunan permulaan sangat menentukan.
BACA JUGA: Keren! 2 Mahasiswa Unnes Sabet Medali di Asean University Game
"Itu masih kelemahan saya. Saya ingin mempertajam lagi teknik saat start,” jelas dia.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News