
Hal ini lantaran Boyolali merupakan daerah sentra hewan ternak sapi di Jateng.
Dia pun meminta masyarakat yang membutuhkan hewan ternak kurban untuk membeli di daerah lokal Boyolali terlebih dahulu.
Masyarakat baiknya jangan mengambil dari luar daerah untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku.
BACA JUGA: Waduh! Sidak Hewan Kurban di Semarang, Ada Sapi Terkena PMK
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Boyolali Lusia Dyah Suciati mengatakan penetapan wabah PMK tersebut berdasarkan laporan harian di Boyolali ke sistem informasi kesehatan hewan nasional (iSikhnas).
Melalui sistem tersebut, terdapat pengkajian sekitar 50% lebih di kabupaten dan kota di Provinsi Jateng ini masuk zona merah PMK.
BACA JUGA: 3 Tips Memilih Hewan Kurban di Masa Merebaknya Wabah PMK
"Boyolali menurut SK Menteri Pertanian mendasarkan laporan kami melalui aplikasi iSikhnas. Jadi Boyolali masuk kategori wabah PMK," jelas dia.
Disnakan mencatat hewan ternak yang suspek PMK di Boyolali mencapai 4.642 ekor dan positif 32 ekor.
BACA JUGA: Solo Dapat Jatah 100 Dosis Vaksin PMK, Segini Kasusnya
Sedangkan hewan ternak mati karena terjangkit PMK 39 ekor, sembuh dari PMK sebanyak 779 ekor, dan dipotong paksa 7 ekor.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News