
GenPI.co Jateng - Pelaku UMKM bisa jadi investor saham perusahaan yang masuk dalam Bursa Efek Indonesia, tetapi jangan terkecoh investasi bodong.
Kepala BEI Jawa Tengah II, M Wira Adibrata, mengatakan hingga kini baru ada sekitar 100 pelaku UMKM Solo yang menjadi pendatang baru Pasar Modal Indonesia.
Agar jangan terkecoh investasi bodong, edukasi kepada pelaku UMKM harus diperkuat.
BACA JUGA: Cuaca Hari Ini: Solo Cerah Berawan, Sukoharjo Klaten Hujan Ringan
Edukasi ini misalnya berupa risiko investasi yang harus dihadapi karena umumnya investasi bodong memberikan iming-iming yang menggiurkan.
Harapannya, para pelaku UMKM bisa memahami dan membedakan mana investasi logal dan yang ilegal.
BACA JUGA: 5 Tips Mudah Menjaga Kesehatan Kulit Selama Ramadan
"Pengenalan investasi di Pasar Modal ini juga dibarengi dengan bagaimana nantinya mengatur keuangan dari hasil usahanya,” ujar dia.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Yunianto, masyarakat masih minim pemahaman mengenai investasi yang benar umumnya terkait pasar modal kepada UMKM.
BACA JUGA: Pemuda Harus Amalkan Ideologi Pancasila
OJK mencatat tingkat literasi masyarakat terhadap pasar modal masih berada di level 5 persen. Apabila dibandingkan dengan literasi industri keuangan, angka ini sangat rendah.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News