
GenPI.co Jateng - Pergerakan tanah di Dusun Karangtengah, Desa Sawangan, Kabupaten Wonosobo, mengakibatkan amblesnya lahan pertanian, bangunan, dan jalan retak.
Kepala BPBD Wonosobo, Bambang Triyono, mengatakan kejadian seperti ini sudah terjadi beberapa kali.
"Pergerakan tanah tersebut terus berulang setiap musim hujan atau cuaca ekstrem dengan kondisi tanah yang labil," kata dia, Kamis (17/2).
BACA JUGA: 3.581 Anak di Wonosobo Putus Sekolah, Pak Bupati Tolong Diatasi!
Menurut dia, kejadian pergerakan tanah bermula pada 2005, kemudian pada 2015, dan 2019.
Kejadian tersebut terulang lagi pada awal 2022.
BACA JUGA: Ini Buka Bumi, Tradisi Warga Wonosemi Blora Saat Memulai Hajat
Namun demikian, kondisi sekarang ini cukup parah dengan cakupan pergerakan luas sekitar 6 hektare (ha) dan tanah turun dengan kedalaman hingga 6 meter.
Akibatnya, jalan desa ambles sepanjang 60 meter dan tidak bisa dilewati.
BACA JUGA: Alhamdulillah, Aliran Listrik di Wonosobo Kembali Normal
Sebanyak 2 ruangan SD Sawangan 2 bahkan tidak dapat difungsikan karena retak-retak dan kondisi bangunan miring.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News