GenPI.co Jateng - Masyarakat Temanggung diminta untuk mewaspadai penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan belekan (konjungtivitis) pada pergantian musim atau pancaroba.
“Kasus ISPA dan belekan memang ada peningkatan dalam beberapa waktu terakhir,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, dr. Intan Pandanwangi, dikutip jatengprov.go.id, Selasa (31/5).
Seperti diketahui berdasar prakiraan BMKG, awal musim kemarau 2022 terjadi pada kisaran April hingga Juni 2022.
Kabupaten Temanggung diperkirakan memasuki musim kemarau pada Juni, sehingga saat ini berada pada musim pancaroba.
Intan mengatakan ISPA dan belekan memang tidak terlalu berbahaya, tetapi harus segera diobati.
Selain mengganggu aktivitas, penyakit tersebut bisa menjadi akut bahkan menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.
Penyakit ISPA menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran napas mulai dari hidung hingga alveoli termasuk jaringan adneksa, seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura.
Adapun saat ini kasus ISPA di Temanggung mencapai ratusan, demikian pula dengan belekan.
Cara mencegah ISPA adalah bisa mendapat pengobatan langsung di puskesmas maupun klinik kesehatan.
ISPA sering terjadi pada anak, karena sistem pertahanan tubuh anak masih rendah.
Menurut dia, balita di Indonesia diperkirakan mengalami batuk pilek 3-6 kali per tahun.
“Lansia juga rentan terserang ISPA,” imbuh dia.
Cara mencegah ISPA juga dilakukan dengan memiliki kekebalan tubuh yang bagus. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinkes Temanggung, Taryumi, menambahkan belekan dapat disebabkan virus, bakteri, alergi, hingga masuknya zat asing ke mata.
Sakit mata ini menular karena penderita sakit mata menyentuh matanya sendiri, kemudian bersentuhan dengan orang lain.
Akibatnya ada infeksi virus atau bakteri yang akan dengan cepat berpindah ke orang lain.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News