GenPI.co Jateng - Asma menjadi salah satu penyakit yang bisa dialami semua kelompok umur mulai dari anak, muda hingga dewasa.
Saat asma terjadi, seseorang mengalami kesulitan bernapas, batuk dan disertai nyeri dada.
Maka itu, mengenali sejak dini gejala asma menjadi penting agar segera mendapatkan penanganan.
Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Universitas Diponegoro (Undip), Dinda Saraswati, membagikan tips bagaimana cara mengenali dan menangani asma.
Menurut dia, asma umumnya ditandai dengan gejala sesak napas, napas berbunyi, dan rasa tidak nyaman saat bernapas.
“Hal ini bisa terjadi karena infeksi saluran napas seperti flu atau bakteri, debu, polusi, dan alergen,” kata Dinda, seperti dikutip Undip.ac.id, Minggu (2/1).
Sejumlah orang bisa memiliki risiko asma lebih tinggi seperti memiliki garis keturunan yang beriwayat asma.
Risiko ini juga bisa dipicu oleh orang-orang dengan bakat alergi seperti gatal-gatal, sering bersin di pagi hari atau batuk berlendir di pagi hari.
Asma sendiri memiliki gejala umum seperti sesak napas periodik.
Artinya bisa kambuhan dan disertai batuk berdahak dan rasa tidak nyaman saat bernapas.
“Apabila sudah ada gejala mengarah ke asma sebaiknya periksakan diri ke faskes untuk didiagnosis,” ujar dia.
Jika dokter mengkonfirmasi asma, sarankan juga kepada anggota keluarga lain untuk turut memeriksakan diri.
Sebab, menurut Dinda, asma sangat terkait dengan genetik dan bakat.
Asma bisa diobati. Ada sejumlah cara untuk mengendalikan asma seperti menjaga lingkungan bersih, tidak banyak debu dan berjemur di pagi hari.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News