
GenPI.co Jateng - Kawasan Candi Borobudur akan diterapkan zonasi supaya lebih tertata dan terjaga.
Direktur Utama TWC Edy Setijono mengatakan penerapan zonasi supaya wisata Candi Borobudur dapat lebih tertata, terutama soal jalur yang digunakan.
"Jadi, besok tidak ada lagi tabrakan karena jalurnya sudah kami tata ulang. Mereka punya lokasi masing-masing. Misal ada kegiatan spiritual, pasti lokasinya di situ,” ujar Edy, Sabtu (7/1).
BACA JUGA: 2,2 Juta Wisatawan Ditargetkan Kunjungi Candi Borobudur Tahun Ini
Edy menyebut saat ini TWC masih merancang dan berkomunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.
“Kami tetap jadikan ini (Candi Borobudur) untuk fungsi yang ada. Tapi dengan skala prioritas tertentu,” papar Edy.
BACA JUGA: Siap-Siap, Wisatawan Harus Pakai Sandal Upanat untuk Naik Candi Borobudur
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama Supriyadi membeberkan kajian ini harus diputuskan bersama karena melibatkan beberapa institusi.
Dengan demikian, rencana ini masih memerlukan kajian-kajian mendalam, termasuk soal pemanfaatan Candi Borobudur.
BACA JUGA: Izin Wisatawan Bisa Naik ke Candi Borobudur, Ini Kata Sandiaga Uno
Sebelumnya, Candi Borobudur ditargetkan bisa dikunjungi sebanyak 2,2 juta wisatawan tahun ini.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News