
GenPI.co Jateng - Puluhan mahasiswa Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo menggelar aksi demo menuntut transparansi penyelesaian kasus kematian Gilang Endy Saputra di halaman gedung Rektorat, Senin, (14/3).
Gilang merupakan mahasiswa UNS Solo yang meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dasar (diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) Bataliyon 905 Jagal Abilawa.
Mahasiswa ini terdiri atas kumpulan organisasi mahasiswa (ormawa) BEM UNS, HMI, KAMMI, GMNI dan sejumlah organisasi lainnya.
BACA JUGA: Begini Cara Merawat Kulit Agar Tetap Sehat di Masa Pandemi
Petugas Humas aksi, Purnomo, mengatakan Rektorat tidak transparan dalam mengawal kasus kekerasan yang dialami salah satu mahasiswanya.
"Pertama, keadilan untuk korban. Terkait transparansi dan segala macamnya itu yang penting adalah keadilan untuk korban dan keluarga," ujar Purnomo, di sela aksi.
BACA JUGA: Wuih! Wawali Semarang Bagi Resep Cegah Stunting dari Megawati
Transparansi yang dimaksud adalah hasil autopsi yang diklaim belum sampai kepada keluarga korban.
"Sampai sekarang hasil autopsi pun belum sampai ke tangan keluarga," ujar dia.
BACA JUGA: Alhamdulillah, Order Ornamen Masjid Pengrajin Tembaga Tumang Naik
Mahasiswa juga menuntut pembubaran Menwa yang saat ini tengah dibekukan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News