GenPI.co Jateng - Pemerintah akan menerapkan 2 strategi untuk pemberian vaksinasi booster kepada masyarakat umum.
Pertama, vaksinasi booster ini menyasar Penerima Bantuan Iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan.
Kedua, vaksinasi booster berbayar kepada masyarakat non-PBI.
“Untuk vaksinasi booster dimulai 1 Januari 2022. Saat ini kami sedang susun beberapa strategi karena booster ini akan melipatgandakan kebutuhan belanja vaksin," kata Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, di Kabupaten Boyolali, Jumat (10/12).
Menurut dia, penyuntikan vaksinasi booster akan melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan swasta.
Di sisi lain, TNI Polri dilibatkan sebagai vaksinator di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah untuk pemenuhan vaksin dosis 2.
Ia menambahkan Kemenkes RI bersama akademisi sedang melakukan uji analisis statistik sero survei.
"Sero survei adalah cara untuk melihat jumlah antibodi pada seseorang yang telah terinfeksi Covid-19 atau sudah dapat vaksinasi. Itu akan teridentifikasi tingkat kekebalan di masyarakat," papar dia.
Dante menjelaskan hasil sero survei bakal menentukan kebijakan pemerintah lebih mendalam perihal petunjuk teknis dan pelaksanaan vaksinasi booster di masyarakat.
Dikutip vaksin.kemkes.go.id, vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah per 10 Desember 2021, sebesar 73,48% untuk vaksin dosis 1.
Sedangkan capaian vaksin dosis 2 sebesar 5,13%.
Adapun vaksin dosis 3 (booster) secara nasional untuk tenaga kesehatan mencapai 85,6%.(ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News