GenPI.co Jateng - Desa Wisata Sangiran di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen memang baru dirintis saat pandemi Covid-19.
Namun demikian, pengelolaannya sudah diakui secara nasional.
Selain memiliki potensi wisata yang luar biasa, sarana dan prasarana pendukung juga semakin komplet.
Salah satunya adalah keberadaan homestay atau pondok wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat.
Pengelolaan sarana akomodasi sebagai desa wisata ini membuat Sangiran diganjar penghargaan dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.
Desa Wisata Sangiran meraih peringkat ke-5 pada kategori Homestay pada ajang ADWI 2021 yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Selasa (7/12).
Sekretaris Desa (Sekdes) Krikilan sekaligus Pengelola Desa Wisata Sangiran, Aries Rustioko, mengatakan di Desa Wisata Sangiran memiliki 4 lokasi homestay bagi wisatawan.
Tarif homestay di Desa Krikilan ini sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp100.000-an.
"Insya Allah akan bertambah homestay-nya yang dikelola masyarakat supaya ketika ada event resmi seperti pasar budaya dapat menampung turis. Kegiatan pada 20-21 November kemarin kamarnya kurang membuat pengunjung menginap di luar daerah," kata dia, dikutip sragenkab.go.id, Kamis (9/12).
Maka dari itu, ia bersama Pemerintah Desa Krikilan terus berupaya memajukan desa wisata demi kesejahteraan masyarakat setempat.
Menurut dia, ke depan Desa Wisata Sangiran bisa menjadi desa wisata yg maju dan mandiri, sehingga mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat.
Dalam hal ini, pihaknya mengedepankan pariwisata dengan berbasis masyarakat.
Penghargaan yang diraih Desa Wisata Sangiran telah melalui serangkaian penilaian dan tahap kurasi yang panjang.
Sebelumnya masuk ke dalam 300 besar, 100 dan 50 besar desa wisata terbaik Indonesia.
Menparekraf Sandiaga Uno dan dewan juri melakukan visitasi 50 besar desa wisata terbaik Indonesia, termasuk ke Desa Wisata Sangiran pada Sabtu (9/10) lalu.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News