GenPI.co Jateng - Pedagang Pasar Mebel Gilingan di Solo kecewa berat dengan keputusan sepihak Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melalui Dinas Perdagangan (Disdag) yang memaksa mereka menandatangani persetujuan pindah.
Sebelumnya, para pedagang ini berharap bisa berdialog dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, terkait rencana Pemkot yang akan membangun sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Pasar Mebel Gilingan yang selama ini mereka tempati.
Dialog urung terlaksana, tapi Disdag telah menggelar pertemuan dengan para pedagang tersebut.
"Bagi kami keputusan soal Pasar Mebel Giingan itu tidak adil karena selama ini kan tuntutan kami belum didengarkan oleh Wali Kota," ungkap salah seorang pedagang Pasar Mebel Gilingan, Nuning Suharti, seperti dikutip jateng.jpnn.com, Selasa (15/2).
Nuning menjelaskan para pedagang telah diminta oleh Disdag untuk menandatangani surat persetujuan di atas materai untuk menyetujui pindah ke pasar darurat selama pembangunan IKM Mebel.
Disdag juga melakukan pendataan los dan kios yang ada di Pasar Mebel Gilingan.
Sebanyak 60 pedagang ini dikumpulkan rangka Rapat Koordinasi Pembangunan Pasar Mebel Gilingan di Ruang Rapat Dinas Perdagangan Kota Solo pada Senin (14/2).
"Kami saat rapat itu hanya seperti mendengarkan keputusan saja," kata dia.
Disdag membagi dua sesi pertemuan dengan para pedagang.
Sesi pertama diselenggarakan pada pukul 09.00 WIB dan sesi kedua pada pukul 11.00 WIB.
Menurut dia, undangan yang diberikan Disdag tersebut membuat para pedagang bertanya dan seorang dipersulit.
"Kami yang sepakat untuk hadir pukul 09.00 WIB, tetapi Bu Ketua (ketua paguyuban) yang dapat undangan pukul 11.00 WIB tidak boleh mendampingi dengan alasan tempat tidak memadai," papar Nuning.
Nuning menyebutkan akhirnya para pedagang setuju untuk pindah asalkan pasar pengganti yang dijanjikan telah siap untuk digunakan.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News