GenPI.co Jateng - Belanja di pasar tradisional di Kota Solo kini semakin mudah dengan adanya fasilitas pembayaran nontunai (cashless).
Digitalisasi transaksi di pasar tradisional Kota Solo ini bahkan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada November 2021 lalu.
Dikutip surakarta.go.id, Rabu (2/2), tercatat ada 1.046 pedagang pedagang pasar tradisional yang menggunakan metode pembayaran nontunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyebut rekor itu dicapai karena pasar di Solo sudah bisa cashless alias tak lagi mengandalkan pembayaran secara tunai.
Gibran akan akan menggalakkan kembali program pembayaran nontunai tersebut untuk mendorong tumbuhnya Solo sebagai smart city.
“Mindset digital itu memang harus ditanamkan ke semua orang, bukan hanya anak muda. Ibu-ibu di pasar pun mindset-nya sudah harus digital,” ungkap dia.
Menurut dia, kesadaran masyarakat terhadap transaksi nontunai juga semakin meningkat.
Pembayaran cara ini dinilai lebih aman dan efisien.
Tercatat sudah sebanyak 13 pasar tradisional di Solo yang bisa menggunakan transaksi nontunai.
Targetnya tahun ini sebanyak 44 pasar tradisional bisa pembayaran cashless.
Pemkot menjalin kerja sama dengan perbankan sebagai penyedia layanan transaksi.
Terdapat beragam pilihan pembayaran yang bisa dipilih pembeli seperti Link Aja, Ovo, Go Pay, dan lainnya.
Transaksi nontunai ini bisa dilakukan di sebanyak 13 pasar, yakni Pasar Legi, Pasar Jongke, Pasar Kadipolo, Pasar Harjodaksino,Pasar Gading, Pasar Kliwon, Pasar Jebres, Pasar Rejosari, Pasar Gede, Pasar Singosaren, Pasar Klewer, Pasar Nusukan, dan Pasar Purwosari.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News