Alhamdulillah, Angka Stunting di Jawa Tengah Turun Jadi 19.9%

31 Desember 2021 21:00

GenPI.co Jateng - Kasus stunting di Jawa Tengah terus menerus turun setiap tahunnya.

Pada 2021 kasus stunting kekurangan gizi di Jateng turun menjadi 19,9%.

Hal ini sebagai bukti Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil menjalankan sejumlah program untuk mengatasi kasus kekerdilan karena kekurangan gizi.

BACA JUGA:  Simak 8 Manfaat Berenang Bagi Kesehatan Anda, Membakar Kalori

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, mengatakan kekurangan gizi kronis menyebabkan gangguan pertumbuhan sehingga tubuh anak menjadi tengkes.

"Menurut data riset itu, stunting di Jateng turun menjadi 19,9% atau telah berhasil melampaui target SDGs (Suistainable Development Goals), dalam SDGs ditargetkan angka stunting harus di bawah 20% pada 2030," kata dia, Jumat (31/12).

BACA JUGA:  Cara Membantu Hubungan Anda Tetap Sehat, Terbuka dan Jujur

Yulianto memaparkan angka stunting di Jawa Tengah mencapai 37% pada 2013 berhasil diturunkan menjadi 31% pada 2018.

Kali terakhir, data dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) kasus stunting di Jateng pada 2021 turun menjadi 20% dari 27% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:  7 Makanan Ini Lebih Sehat Jika Dikonsumsi Mentah

Menurut dia, data SSGI bersumber dari program. Sementara Dinkes Jateng memiliki data tersendiri berasal dari laporan riset, yakni turun menjadi 19,9%.

"Pada 2021 ini, menurut data riset itu stunting di Jateng turun menjadi 19,9%. Jadi penurunannya cukup bagus," imbuh dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menambahkan Pemprov bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjalankan program-program penurunan stunting.

Program ini adalah Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng). Program ini untuk menurunkan angka kasus stunting serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

"Dengan sistem itu, kami bisa mengetahui yang hamil ada berapa, tercatat setahun ada 500 ribuan ibu hamil di Jateng, kemudian dikerucutkan lagi, yang bermasalah berapa, kalau hanya 20% misalnya, ya itu yang jadi intervensi," papar Ganjar.

Namun demikian, pihaknya mengingatkan jajarannya untuk tak berpuas diri. Maka dari itu, program untuk menurunkan angka stunting harus terus dilakukan.(ant)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Farida Trisnaningtyas

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co JATENG