GenPI.co Jateng - Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, menyerahkan infrastruktur sanitasi kepada warga di Rest Area Kotakombo, Desa Tegalsari, Kecamatan Bruno, Senin (27/12).
Pada kesempatan itu Yuli berpesan pengelolaan sanintasi lingkungan membutuhkan kesadaran kolektif semua pihak.
Pengelolaan ini meliputi penanganan air limbah, persampahan, dan penanganan drainase di lingkungan.
Sinergisme lintas sektor dalam pengelolaan sanitasi lingkungan ini penting mengingat keterbatasan anggaran pemerintah.
“Maka, perlu terobosan yang bersifat mengubah paradigma dalam pengembangan sanitasi lingkungan,” kata Yuli, seperti dikutip Purworejokab.go.id, Senin (27/12).
Ia mencontohkan limbah rumah tangga yang langsung dibuang ke alam tanpa ada pemrosesan lanjutan akan berdampak buruk bagi kesehatan.
Limbah ini akan merusak siklus hidup sebuah ekosistem dan mengancam kelestariannya.
Untuk itulah dibangun infrastruktur pengelolaan sanitasi seperti yang diserahkan oleh Yuli Hastuti pada hari itu.
“pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik ini saya harap bisa mengurangi dampak buruknya, sehingga kesehatan masyarakat senantiasa terjaga,” pesan dia.
Kepala Dinperkimtan Purworejo, Eko Paskianto, mengatakan pada 2021 ada 10 proyek pembangunan pengelolaan air limbah domestik.
Ke-10 proyek ini terdiri atas Desa Tegalsari, Desa Puspo, Desa Gowong, Desa Brunorejo, Desa Kaligondang, Desa Kaligintung, Desa Banyuasin Separe, Desa Bulus, Desa Cacaban, dan Desa Jati.
Selain itu, ada juga bantuan rehab rumah tak layak huni (RTLH) yang diberikan kepada 11 desa.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News