GenPI.co Jateng - Proyek perbaikan Jalan Kyai Mojo dan penataan Jalan Ir Juanda, Solo, senilai Rp 7,6 miliar mangkrak.
Hal ini lantaran kontraktornya CV Karya Agung Utama tidak sanggup melanjutkan pekerjaan karena kehabisan dana.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan pihaknya akan mencari kontraktor baru.
"Ya itu nanti diganti kontraktor baru to. Kemarin sudah tak panggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Ada masa transisinya cepat yang penting selesai. Soalnya kontraktore ora ceto (tidak jelas) ," kata dia, Kamis (13/10).
Adapun kedua proyek pemerintah kota (Pemkot) Solo bernilai lebih dari Rp 7,6 miliar.
Di Jalan Kyai Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, pekerjaannya adalah membangun pedestrian, drainase, dan pengaspalan dengan nilai proyek Rp3,93 miliar.
Sedangkan proyek penataan koridor Jalan Ir Juanda, Kecamatan Jebres, tahap III senilai Rp 3,68 miliar.
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo, YF Sukasno, menjelaskan mangkraknya proyek revitalisasi itu lantaran kontraktor tidak mempunyai dana untuk membangun.
Menurut dia, dalam perjanjian kontraktor yang memenangkan tender tidak mendapatkan uang muka biaya pembangunan.
"Tidak ada uang muka, tidak ada (Pemkot Solo) memberikan uang muka. Jadi, memang tahapannya ikuti misal 30% pengerjaan baru bisa dicairkan," kata Sukasno.
Sukasno menyebut sebenarnya kontraktor itu pernah mengerjakan proyek di Kota Solo dengan nominal yang lebih besar pada 2021 lalu.
"Komisi III sangat menyayangkan itu kan bukan gak selesai, tapi kontraktornya tidak punya uang istilahnya, Standar Operasional Prosedur (SOP)-nya tidak sehat. Akan tetapi, kalau saya mengatakan mau pakai istilah apa saja yang jelas mereka tidak punya uang," papar dia.
Maka dari itu, kontraktor tersebut mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut.
"Sudah angkat tanganlah istilahnya mengebarkan bendera putih," jelas dia.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News