GenPI.co Jateng - Menjelang tradisi kupatan, harga janur di pasar tradisional Kabupaten Blora mencapai Rp500 per helai.
Lonjakan harga ini terjadi mendekati perayaan Lebaran Ketupat atau kupatan yang digelar setiap H+7.
“Setahun sekali, buat ketupat dan lepet dimakan bersama keluarga dan dibagikan ke saudara. Semoga setelah kupatan ini, virus corona benar-benar sirna,” kata Murniati, warga Desa Gedongsari, Banjarejo, dikutip Blorakab.go.id, Jumat (6/5).
Dia menceritakan harga janur ini tergolong mahal lantaran disuplai dari luar Blora seperti Rembang, Lasem hingga Tuban.
Janur dijual dengan harga Rp500 per helai atau Rp20.000 untuk 50 helai.
“Ya tetap saya beli, setahun sekali buat ketupat sayur dan lepet,” ujar Murniati.
Salah satu penjual janur, Ngarmin, mengatakan barang yang dia jual didatangkan dari Pasar Sulang, Rembang.
Dari pasar, dia membeli Rp15.000 per ikat isi 50 helai. Lalu dijual lagi dengan harga Rp20.000 per ikat.
“Tidak berani ambil banyak, Alhamdulillah selalu saja habis dibeli warga dan penjual di pasar,” ujar dia.
Menjual janur pada tradisi Kupatan atau Lebaran Ketupat merupakan rutinitas Ngarmin saban tahun.
“Kalau sekarang masih harus taat pada aturan. Saya pakai masker dan selalu cuci tangan,” sambung dia.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News