GenPI.co Jateng - Trauma yang dialami seorang anak dari pola asuh yang salah membekas dalam diri mereka hingga dewasa.
Hal ini seperti kasus yang menimpa Umairoh Fadlilatunnisa atau Dila (7) yang tewas di tangan kedua kakak angkatnya.
Konselor anak dan remaja sekaligus pengurus himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Solo, Dr Ernawati Rizwana, mengatakan trauma pada anak penyebabnya salah satu dari pola asuh orang tua.
Sebelumnya, ibu angkat Dila sekaligus orang tua kandung tersangka membeberkan kedua tersangka Galih (24) dan Fajar (18) mendapatkan didikan keras dari ayahnya.
"Trauma pada anak memang banyak penyebabnya, salah satunya dari pola asuh orang tua yang salah, sering melihat orang tua bertengkar, atau mengalami kekerasan baik fisik maupun psikis dari orangtua dan lingkungan," kata dia, kepada GenPI.co, Jumat (15/4).
Menurut dia, apa yang dialami pelaku karena pola asuh yang salah akan membuat pelaku sakit hati dan dendam pada ayahnya.
Kondisi ini menimbulan tumpukan emosi negatif sehingga mengendap bertahun-bertahun hingga bisa menjadi bom waktu.
Terlebih si pelaku posisi sebagai anak sehingga tidak punya power untuk melawan ayahnya.
Pada akhirnya anaknya melampiaskannya kepada sang adik angkat.
Dosen bimbingan konseling kampus UIN Raden Mas Said itu menjelaskan jika sang adik melakukan kesalahan sedikit saja akan memunculkan emosi yang berlebihan.
"Bila si adik salah sedikit saja, maka memicu emosi si pelaku yang sudah menimbun tumpukan emosi sejak lama," ungkap dia.
Dari kasus tewasnya Dila di tangan sang kakak sepupu ini, Erna menyoroti tentang pola asuh.
"Dari kasus ini kami bisa melihat peran orang tua terutama ayah sebagai pemimpin keluarga tampak timpang, ayah sejatinya menjadi teladan bagi istri dan anak-anaknya, namun justru menjadi sosok yang ditakuti sekaligus tidak hangat bagi anak-anaknya," papar dia.
Psikolog anak dan remaja ini juga menjelaskan bagaimana trauma itu bisa sembuh.
Caranya, orang tua mau meminta maaf terlebih dahulu kepada anak dengan luka yang disebabkannya.
"Bila dalam kasus ini idealnya sang ayah berkenan meminta maaf pada anak-anak mereka yang pernah diperlakukan dengan begitu menyakitkan. Sayangnya, terkadang masih ada orang tua yang gengsi meminta maaf pada anak-anak mereka. Padahal meminta maaf itu bisa menyembuhkan luka hati sekaligus mendekatkan hati antara anak dan orang tua,”jelas dia.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News