GenPI.co Jateng - Sebanyak 2.614 ton minyak goreng curah bersubsidi jatah Provinsi Jawa Tengah dari pemerintah pusat mulai didistribusikan.
Minyak goreng curah ini diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan selama satu hingga dua pekan ke depan.
Pengiriman minyak goreng curah bersubsidi ini sempat mengalami keterlambatan karena faktor cuaca.
"Selain di Jateng, minyak goreng curah subsidi ini juga akan didistribusikan di wilayah Yogyakarta. Dengan jumlah tersebut diperkirakan akan mencukupi kebutuhan minyak goreng di Jateng dan DIY selama satu hingga dua minggu ke depan," kata Direktur Komersial PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Andri Tanujaya, Jumat (8/4).
PT PPI merupakan distributor minyak goreng curah bersubsidi yang ditunjuk oleh pemerintah pusat.
Andri menjelaskan pengiriman minyak goreng curah bersubsidi dari produsen di Kalimantan sempat mengalami keterlambatan karena faktor cuaca.
"Insyaallah setelah ini akan ada lagi kedatangan kapal yang berikutnya yang akan dijadwalkan sebelum Lebaran akan datang lagi, mudah mudahan untuk distribusi atau stok untuk di Jawa Tengah ini sampai dengan Lebaran atau pun setelah Lebaran akan tercukupi dan akan aman," papar dia.
Keterlambatan pengiriman minyak goreng curah bersubsidi di Jateng sempat membuat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meradang.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng, Arif Sambodo, mengakui adanya kelangkaan minyak goreng curah bersubsidi pada beberapa hari terakhir.
Kebutuhan minyak goreng bagi masyarakat Jateng setiap bulan mencapai 33 juta liter atau sekitar 1 juta liter per hari.
Arif meminta jajaran Disperindag di kabupaten atau kota agar berkoordinasi dengan dengan kepolisian atau satgas pangan daerah setempat.
Hal ini dilakukan untuk mengawasi alur pendistribusian agar minyak goreng curah bersubsidi tepat sasaran.
"Minyak goreng curah bersubsidi ini nantinya akan disalurkan kepada masyarakat melalui operasi pasar dengan harga Rp14.000 per liter," jelas dia.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News