GenPI.co Jateng - Pasar Rejosari Kota Salatiga akhirnya kembali beroperasi setelah 13 tahun sejak mengalami kebakaran pada 2008 silam.
Pasar yang dikenal dengan Pasar Sapi ini sukses dibangun lagi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga yang selesai dikerjakan pada 2021 lalu.
Keberadaan pasar sapi baru ini diharapkan menjadi sentra perekonomian baru di Salatiga.
Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, mengatakan Pasar Rejosari terbakar pada 2008 lalu.
Saat itu ada pasar ini menjadi tempat berjualan sebanyak 350 pedagang.
Akibatnya, mereka kehilangan tempat kerja dan harus direlokasi ke pasar sementara di Pasar Andong.
“Pemerintah Kota Salatiga juga telah mengupayakan berbagai langkah untuk membangun kembali Pasar Rejosari ini. Pada 2012 telah disepakati pembangunan, dan alhamdulliah rampung di 2021. Pasar Rejosari kali ini akan ditempati oleh 120 pedagang yang telah terdaftar,” kata Yuliyanto, dikutip jatengprov.go.id, Rabu (23/3).
Pasar Rejosari baru diresmikan Wali Kota Salatiga pada Selasa (22/3).
Kini pasar ini memiliki bangunan baru yang lebih bersih, kokoh, modern, dan lebih bagus.
“Pasar ini akan menopang perekonomian pedagangnya dan menjadi rujukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan. Setelah diresmikan, kios-kios yang ada bisa disewakan kepada pedagang untuk mengeliatkan dan pemulihan ekonomi di Kota Salatiga,” papar dia.
Salah satu pedagang Dawet yang ada di Pasar Rejosari, Ngatiyem, mengaku senang karena Pemerintah Kota Salatiga membangun pasar ini lebih baik dan bersih.
“Saya senang sekali. Terima kasih kepada Wali Kota dan Pemkot Salatiga, karena di sini lebih besar daripada di (Pasar) Andong. Pasarnya tambah besar, pengunjungnya tambah banyak, apalagi saya berada di depan, fasilitasnya juga lengkap,” jelas dia.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News