GenPI.co Jateng - Cabai menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar di Jawa Tengah.
Hal ini lantaran kenaikan harga cabai yang signifikan dalam sebulan terakhir.
Kenaikan bahan pangan kebutuhan pokok ini menyebabkan Jateng mengalami inflasi sebesar 0,64% pada Desember 2021.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Adhi Wiriana, mengatakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau, memberi kontribusi terbesar dalam inflasi Desember.
Sejumlah bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan hingga memicu inflasi, antara lain cabai rawit, cabai merah, telur, daging ayam, dan minyak goreng
“Cabai rawit memberi andil.0,09% terhadap inflasi, telur ayam, dan cabai merah sebesar 0,08%, daging ayam dan minyak goreng sebesar 0,05%," kata dia, Senin (3/1).
Pada Desember 2021, Jawa Tengah mengalami Inflasi sebesar 0,64% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,3.
Dari 6 kota IHK di Jawa Tengah, semua kota mengalami inflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Cilacap sebesar 0,82% dengan IHK sebesar 106,21 diikuti oleh Kota Purwokerto sebesar 0,74% dengan IHK sebesar 107,15.
Selanjutnya Kota Solo inflasi sebesar 0,71% dengan IHK sebesar 107,31, Kota Tegal sebesar 0,66% dengan IHK sebesar 107,89, Kota Semarang sebesar 0,60% dengan IHK sebesar 107,49, dan inflasi terendah terjadi di Kota Kudus sebesar 0,50% dengan IHK sebesar 106,32.
Adapun tingkat inflasi Jawa Tengah di sepanjang 2021, tercatat mencapai 1,70%.
“Kenaikan harga minyak goreng memberi kontribusi terbesar terjadinya inflasi Jawa Tengah di 2021,” jelas dia.(ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News