GenPI.co Jateng - Dirjen Perhubungan Darat mengapresiasi tingkat keterisian atau load factor Bus Trans Banyumas menembus 91,87 persen.
Capaian ini dinilai luar biasa di tengah banyak kota lain yang terengah-engah untuk memenuhi setengah saja dari kapasitas bus.
Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, hal ini tak lepas dari peran Dishub Banyumas menyosialisasikan Bus Trans Banyumas.
“Ternyata sangat diminati oleh masyarakat Banyumas,” ujar dia, seperti dikutip Banyumaskab.go.id, Senin (3/1).
“Padahal, beberapa kota lain mencapai 50 persen saja cukup sulit. Tapi di Banyumas sampai 91,87 persen. Ini luar biasa,” sambung dia.
Di tengah tingginya animo masyarakat ini, layanan Bus Trans Banyumas harus dihentikan sementara.
Penghentian sementara ini, lanjut Budi, bukan diambil oleh Bupati, Dishub maupun konsorsium, melainkan ada di Ditjen Hubdat.
Hal ini berkaitan dengan sejumlah perubahan mulai dari sistem lelang buy the service yang semula tahunan menjadi setiap tiga tahun.
Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga pekan.
“Setelah itu layanan bisa beroperasional kembali,” sambung Budi.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News